Wisuda Angkatan VIII di STQ Bengkulu

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin M, M.Ag, MH, mempertanyakan status aset gedung eks STQ, yang dibangun di atas lahan IAIN. Pasalnya Gubernur Bengkulu terdahulu Agusrin B. Nadjamuddin berjanji akan menghibahkan seluruh aset bangunan.

Bahkan menurut Sirajuddin, Agusrin sudah memberikan pernyataan penyerahan aset secara tertulis kepada IAIN. Namun sayangnya sampai saat ini IAIN belum dapat memanfaatkan gedung tersebut. Kendalanya DPRD Provinsi Bengkulu belum mau melepaskan aset tersebut.

Prosesi Wisuda ke VIII IAIN Bengkulu“Ini menjadi pertanyaan bagi kita. Ada apa? Kenapa DPRD masih saja menahan untuk hibah gedung tersebut. Sementara kami sudah lama menunggu. Bahkan IAIN sudah meluluskan alumni angkatan kedelapan sejak berubah status dari STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) menjadi IAIN,” ujar Sirajuddin disela wisuda angkata ke-VIII, kemarin.

Diungkapkan Sirajuddin dirinya sangat menyayangkan tindakan DPRD dan Pemprov Bengkulu. Pasalnya gedung dan lahan tersebut menjadi salah satu penunjang percepatan alih status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Jika proses hibah dipercepat, Bengkulu pun bisa segera memiliki Universitas Islam Negeri pertama.

Sirajuddin membandingkan dengan beberapa daerah lain, yang proses hibah aset lebih cepat. Bahkan ada kepala daerah yang non muslim membantu menghibahkan tanah 10 hektare untuk pembangunan IAIN.

“Sebenarnya mereka itu tidak ada alasan lagi untuk menahan aset tersebut. Toh nantinya ini untuk generasi penerus, untuk mencerdaskan anak-anak Bengkulu juga. Kita seperti mengemis mengharapkan mendapatkan asset yang dibangun diatas lahan IAIN. Sepertinya mereka (DPRD) lebih suka tempat ini menjadi tempat maksiat dan terbengkalai begitu saja, dari pada dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar. Bayangkan berapa sudah nyawa melayang di sini,” imbuh Sirajuddin.
Selanjutnya Sirajuddin mengharapkan Pemprov dan DPRD Provinsi Bengkulu cepat mengambil tindakan tentang aset tersebut. Apakah bangunan nya mau di bongkar, atau dihibahkan ke IAIN. Agar IAIN Bengkulu dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan tersebut

WISUDA 2Lulusan terbaik tingkat institut diraih mahasiswa prodi PAI, Fakultas Tarbiyah dan Tadris atas nama Muhammad Syarizal dengan IPK 3,91, sedangkan lulusan terbaik tingkat Fakultas Syariah diraih mahasiswa atas nama M. Aziz Zakiruddin prodi Muamalah IPK 3, 89, sedangkan lulusan terbaik Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, diraih mahasiswa atas nama M. Wahid Syafiuddin Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir IPK 3,65, lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam diraih mahasiswa atas nama Novandri Saputra Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf IPK 3,91, sedangkan lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah dan Tadris kembali diraih Muhammad Syarizal IPK 3,91. Sementara lulusan terbaik S2 diraih mahasiswa atas nama Suryadi, S. Sos.I Prodi Filsafat Agama dengan IPK 3,61.

Pjs Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. H. Sirajuddin, M. M, Ag., MH dalam sambutannya berpesan kepada seluruh Sarjana agar terus belajar dan tidak lupa mengamalakan Islam Rahmatan Lil Alamin.

“Teruslah belajar dan belajar karena persaingan global akan menuntut kemapuan saudara, jangan lupa amalkan Islam Rahmatan Lil Alamin dimanapun saudara berada,” harap Sirajuddin kepada para Sarjana.

Wisuda ke-8 IAIN Bengkulu dihadiri perwakilan Kejati Bengkulu, Korem 041 Gamas Bengkulu, Polda Bengkulu, Pemprov Bengkulu, Ketua Persatuan Orangtua Alumni dan para keluarga para Wisudawan/i

(sumber: Harian Rakyat Bengkulu)