IAIN Bengkulu luncurkan Gerakan “Kampus Mengaji”

photo kegiatan kampus mengaji

 

IAIN, BENGKULU — Pusat Studi Al-Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan (PUSQIK) IAIN Bengkulu meluncurkan program gerakan ‘Kampus Mengaji’ pada hari Selasa (24/10/17). Hal ini sebagai wujud pelayanan Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini diluncurkan dengan mengukuhkan 161 tutor Al-Qur’an yang terdiri dari mahasiswa/i terpilih dan terseleksi dari berbagai fakultas di lingkungan IAIN Bengkulu.

 

Selanjutnya program ini sebagai bentuk kinerja jangka panjang PUSQIK demi mewujudkan lulusan yang bebas dari buta baca Al-Qur’an sehingga pasca kampus lulusan memiliki bekal dalam bermasyarakat. “Harapannya, program semacam ini dapat memberikan suplemen tambahan mahasiswa di luar jam perkuliahan formal, disamping itu tujuannya untuk memberi penguatan dan peningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal Membaca Al-Qur’an, baik secara teoritis maupun praktis,” tutur tutur Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. KH. Zulkarnain Dali, M.Pd Kepala PUSQIK M. Ridho Syabibi, M. Ag mengatakan ada kurang lebih 1.900 mahasiswa semester 1 yang dibina dalam program ini.

 

komitmen kami bersama bahwa mahasiswa IAIN Bengkulu harus memiliki kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an yang baik dan benar. “Sebab kemampuan ini menjadi pondasi dasar bagi mahasiswa sebelum mereka menggeluti disiplin keilmuan masing-masing di setiap program studi yang mereka pilih. jelasnya. Ahmad Walid, M. Pd selaku Koordinator Program “Kampus Mengaji” menyatakan kegiatan ini akan menjadi ‘Leader Topic’ yang diprioritaskan. Kami menetapkan hari kamis sebagai hari mengaji bersama di lingkungan kampus. Pelaksanaannya akan dipadukan dengan kegiatan Tahfidz Alquran dan Seni Baca Al-Qur’an (bagi bimbingan 3).

Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa tidak hanya dapat membaca dan menulis saja, namun juga dapat ikut menjaga dan melestarikan Al-Qur’an dengan menghafalkannya. Budaya membaca Al-Qur’an di lingkungan kampus islam seharusnya menjadi budaya yang mengakar karena kampus sebagai pusat kajian keislaman yang sejati nya akan melahirkan para pakar keilmuan yang mampu membesarkan almamater IAIN Bengkulu di kemudian Hari dengan kompetensi yang dimilikinya.


laporan : Iwa Ardaliwa Editor : Iwa Ardaliwa