Dosen IAIN Bengkulu Ikuti Short Course Community Outreach (SCCO) di Taman Nasional Bromo

 

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (IAIN,BENGKULU) — Kementerian Agama menggelar Short Course Community Outreach (SCCO) untuk 17 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). SCCO berlangsung selama 20 hari, 27 November  – 17 Desember 2017 di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Desa Wonokitri, Kec. Tosari, Kab. Pasuruan. Selama short course, para dosen akan mendalami analisis sosial, riset transformatif, teknik pengembangan media komunitas, Geaspatial Information System (GIS), Tools of Partisipatory Action Research dan Asset Based Community Development (ABCD) Short course ini diikuti dosen dari UIN Raden Fatah Palembang, IAIN Bengkulu, UIN Raden Intan Lampung, IAIN Salatiga, IAIN Tulungagung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, STAIN Kerinci, STAIN Takengon Aceh dan STAIN Parepare.

Selain itu, ikut juga beberapa dosen PTKI swasta, antara lain dari STAIN Muhammadiyah Bima NTB, STAINU Kebumen, dan lainnya. Khusus dari IAIN Bengkulu, diwakili oleh Abdul Aziz Mustamin (Kaprodi Pendidikan IPA Fakultas Tarbiyah & Tadris) dan Ibu Yosi Arisandy (Kaprodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam). Short course terselenggara berkat kerjasama Diktis dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya.

Menurut Abdul Aziz Mustamin perwakilan dari IAIN Bengkulu, Kegiatan SCCOB ini adalah ajang untuk melatih dosen dalam melakukan riset transformatif sebagai bentuk kepekaan sosial akademisi dalam memberikan solusi setiap permasalahan di masyarakat. Perubahan-perubahan sosial penting dilakukan mengingat tanggung jawab sosial yang diemban perguruan tinggi dalam membantu masyarakat keluar dari belenggu ketimpangan ketimpangan yang terjadi. Kegiatan ini penting untuk dilanjutkan dimasa yg akan datang mengingat peran serta akademisi yang semakin dibutuhkan ilmu dan pengalamannya di masyarakat menuju kearah yg lebih baik. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk para dosen maupun peneliti dalam mengevaluasi kembali riset-riset yang telah dan akan dilaksanakan, apakah memberikan dampak perubahan sosial yg signifikan atau tidak.terangnya.

 


Laporan : Iwa Ardaliwa        Editor: Iwa Ardaliwa