Cegah Radikalisme, Kapolda Bengkulu Adakan Seminar Di IAIN bengkulu

 

IAIN,BENGKULU — Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum mengunjungi IAIN Bengkulu, dalam Agenda mengisi Seminar Penguatan Peran Kampus dalam Upaya Menanggulangi Radikalisme. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Jama’an Nur IAIN Bengkulu  20 Desember 2017 dihadiri oleh Civitas Akademika IAIN Bengkulu, kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 Wib mengangkat materi pembahasan berkenaan peran kampus dalam penanggulangan Radikalisme. Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin M., M.Ag.,M.H.mengatakan saat sambutannya, mengucapkan banyak terimakasih atas kedatangan Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung, karena banyaknya pekerjaan dan kegiatan beliau masih berkenan untuk hadir di kampus IAIN Bengkulu,  menurut Rektor mahasiswa IAIN sudah sangat dewasa untuk mengantisipasi informasi atau berita berita yg sifatnya menyesatkan atau sekarang dikenal dengan berita Hoax,dan mahasiswa juga dituntut untuk benar-benar dapat menjaga sikapnya di sosial media karena dapat dipidana berdasarkan undang undang ITE. Berkenaan dengan Radikalisme, Rektor yakin mahasiswa dilingkungan IAIN bengkulu bersih dari paham tersebut, karena kuatnya pengetahuan Ilmu Agama mereka serat kerja keras Dosen untuk membina mereka agar tidak tersesat dalam paham Radikalisme.

“Mahasiswa IAIN bengkulu sudah sangat dewasa dan dapat membedakan mana berita yang benar dan mana berita Hoax, dan untuk radikalisme, saya yakin Mahasiswa IAIN masih bersih dari paham itu, karena ilmu agama mereka yang cukup dan selalu dibina”terannya.

Dalam paparannya saat mengisi materi seminar, Kapolda menegaskan selain radikalisme tindakan asusila pun sudah sangat memperihatinkan di wilayah Bengkulu dan juga negara ini, untuk itu perlu kerjasama dari semua pihak karena tidak cukup hanya dari kepolisian. Selain asusila Kapolda yang baru menjabati di Bumi Raflesia ini menyinggung  pernyataan Donald Trump yang dapat menimbulkan gejolak gangguan keamanan, dan beliau mengapresiasi aksi Umat Muslim yang dilakukan dimonas berjalan sangat lancar dan tertib.

Beliau juga mengajak mahasiswa untuk mengantisipasi sosial media yg kerap berefek negatif terhadap kehidupan sosial, misal penyebaran hoax. Karena pemberitaan menyesatkan seperti itu dapat menimbulkan gejolak pada masyarakat. Lanjut  Berigjen Coki Manurung mengatakan  penyebab muncul bibt-bibit baru terorisme yaitu pendidikan yg rendah, kurangnya pengetahuan agama dan minimnya sosialiasi kepada masyarakat sekitar. Kapolda mengatakan khusus daerah bengkulu masih tergolong minim tumbuhnya terorisme karena hubungan antar masarakat masih baik dan pengetahuan Agama di Bengkulu cukup baik, sehingga dapat  membentengi masuknya paham Radikalisme. Beliau juga merencakan tahun depan akan memperbanyak pemasangan CCTV untuk menjaga stabilitas keamanan didaerah bengkulu baik kriminalitas maupun pelanggaran lalulintas.

Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata dari IAIN Bengkulu kepada Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum.

————————————————————————————————————————————————————————————————-

 

Laporan : Iwa Ardaliwa                   Editor: Iwa Ardaliwa