Rektor Hadiri Pertemuan Ulama Bersama Kapolri

IAIN BENGKULU – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin M. M.Ag., MH sekaligus Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Bengkulu, bersama para ulama lainnya seperti Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Dr. Zulkarnain Dali, M.Pd., Ketua MUI Provinsi Bengkulu Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag, menghadiri undangan Pertemuan Para Ulama se-provinsi Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan di Polda Bengkulu dihadiri oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian.

Dikutip dari akun Instagram @polda_Bengkulu menjelaskan Kapolri Jenderal Polisi Prof.H. Muhammad Tito Karnavian memasukan Provinsi Bengkulu sebagai salah satu Provinsi yang aman di Indonesia. Bahkan, Tito memberikan apresiasi kepada Polda Bengkulu dan jajarannya lantaran telah berhasil menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif hingga saat ini.

“Dimata saya Bengkulu itu aman. Saya akui memang masih terdapat sejumlah masalah seperti konflik antar kampung, kekerasan dan peredaran Narkotika di Bengkulu ini. Tetapi, skalanya terbilang kecil dibanding daerah Provinsi lain. Saya yakin, Kapolda dan jajarannya mampu menuntaskan permasalahan tersebut,” tegas Tito saat di wawancara usai pelaksanaan peletakan batu pertama perluasan Mapolda Bengkulu serta peresmian rumah sakit Bhayangkara berlokasi di lahan samping Mapolda Bengkulu, Sabtu (24/3).

Ditambahkanmya, selain melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Mapolda Bengkulu, Kapolri juga mengaku kedatangannya dalam rangka melakukan silaturahmi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Bengkulu. Diantaranya, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu dan jajarannya, Danrem Bengkulu serta yang lainnya. “Kita mengupayakan menciptakan sinergitas antara unsur penyelenggara daerah dan negara dalam merangkai situasi aman,” kata Tito.

Selain itu, Tito kembali memberikan apresiasi atas telah dilaksanakannya deklarasi anti hoax setiap unsur di Bengkulu, termasuk ulama. “Saya juga akan menyempatkan waktu khusus untuk menemui alim ulama disini untuk bertatap muka. Sebab, peran ulama sangat penting untuk menjadi jembatan penyampai informasi kepada warga umat. Saya sangat berharap, kepada para ulama agar melakukan konfirmasi terlebih dahulu kebenaran sesuatu informasi kepada kita sebelum informasi tersebut disampaikan lagi kepada umat,” ujar Tito.
usai melakukan peletakan batu pertama, Kapolri melaksanakan shalat dzuhur bersama tokoh agama dan para ulama bertempat di Masjid Al Amin Polda Bengkulu dan dilanjutkan ramah tamah dan makan siang bersama bertempat di Gedung Serba Guna Polda Bengkulu.

(Humas IAIN Bengkulu)