IAIN Bengkulu Ikuti Workshop Evaluasi Pelaporan PDDIKTI di Padang

IAIN BENGKULU — Workshop Evaluasi Pelaporan PDDIKTI dilaksanakan Hotel Pangaren Beach di Kota Padang Sumatera Barat pada Tanggal 28-30 Mei 2018. Acara dihadiri oleh perwakilan dari 58 PTKIN dan Kopertais I-XIII se-Indonesia termasuk salah satunya yakni perwakilan dari IAIN Bengkulu. Hadir juga Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Agus Sholeh, M.Ed, Lelis Tsuroya, M.Si. dan Tim Pokja PD-DIKTI Kementerian Agama.

Acara dibuka langsung oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang Dr. H. Eka Putra Wirman, M.A. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa pentingnya Data di Era digitalisasi saat ini, dalam proses Akreditasi / Penjaminan Mutu Eksternal saat ini.

“Terpenting adalah adanya kelengkapan data, terutama data Dosen dan Mahasiswa. PTKIN harus punya Responsibilitas terhadap data, karena data tersebut mutlak sangat penting bukan hanya pada saat pengajuan Akreditasi semata namun untuk keberlangsungan lembaga”, Jelasnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.A.  menjelaskan, arah kebijakan PTKIN sangatlah dipengaruhi ketersediaan Data. Prioritas PTKIN adalah akses yang mudah, memberikan pelayanan seluas-luasnya kepada masyarakat. Pada saat ini PTKIN semakin banyak peminatnya dan setiap tahun terus meningkat. Maka dari itu, peran data sangatlah krusial dan data yang ada saat ini masih dirasa kurang dikarenakan seringkali data yang tersedia di Pusat (EMIS, bagian sarpras, perencanaan dll) masih ada miss; mengakibatkan ketidak-yakinan akan data tersebut dan bisa mempengaruhi kebijakan yang akan diambil. Salah satu contoh : pengangkatan Guru Besar, sangat dipengaruhi jumlah data doktor dsb. Lagi, jumlah peminat mahasiswa baru PTKIN tahun ini mempengaruhi jumlah kuota PTKIN untuk pendaftaran mahasiswa baru yang diterima untuk tahun depan, dsb.

“Data saat ini mempunyai peran penting bagi PTKIN, karena kelengkapan data berimbas pada mutu Perguruan Tinggi. Saat ini PTKIN sebagai embrio Islam Moderat. PTKIN menjadi rahim yang akan melahirkan Sarjana Islam Moderat sebagai benteng dari Ideologi Radikal”, pungkas Direktur PTKI.

Dilanjut kemudian, penjelasan oleh Dr. Ir. Hendro Wicaksono, MSI selaku Kasubdit Kompetensi Sumber Daya Ristek Dikti tentang Registrasi Dosen dan seputar masalah yang dihadapi. Setelah itu, dilakukan Klinik untuk Validasi dan Approval Pengajuan Registrasi Pendidik pada PTKI oleh tim Pokja Kemenag dan Tim Ristek Dikti.

PDDIKTI (4)

PDDIKTI (3)

PDDIKTI (2)

Rangkaian Workshop Evaluasi Pelaporan PDDIKTI