IAIN Bengkulu  – Serangkaian kegiatan seminar dan lokakarya nasional perkumpulan studi Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Indonesia, mengangkat tema “Reoritasi Kurikulum PAI Merespon Kebijakan PPG, Revolusi Industri 4.0 Isu Radikalisme dan Instrumen Akreditasi Program Studi/IAPS 4.0”. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Syariah Radho Hotel Malang, Rabu (26/09/19) lalu.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Abdul Haris M Ag, serta didampingi Ketua PP PAI se-Indonesia, Dr Abdul Majid Khon M Ag. Dikesempatan itu turut hadir dosen dari IAIN Bengkulu, Adi Saputra M Pd.

Pertemuan tersebut mengangkat topik mengenai peningkatkan kompetensi keguruan bagi mahasiswa PAI, Prodi PAI se-Indonesia, juga membahas pengembangan metodologi, penerapan konten mata pelajaran yang diajarkan, seperti mata pelajaran PAI di Sekolah Umum, mata pelajaran PAI di Madrasah seperti mata pelajaran Fiqh, Qur’an-Hadits, Akidah-Akhlak, SKI. Termasuk penguasaan mata Pelajaran PAI di Pondok Pesantren juga menghadapi perkembangan kurikulum di sekolah termasuk JSIT, yakni Jaringan Sekolah Islam Terpadu, yang mana alumni diharapkan mampu memahami konten mata pelajaran.

Dalam hal ini juga, Prodi PAI IAIN Bengkulu mulai tahun ajaran 2019 akan mengadakan wajib mengikuti kegiatan mondok selama 1 bulan bagi mahasiswa baru, hal ini dilakukan untuk menanggulangi banyaknya Mahasiswa baru yang belum bisa membaca Al-Qur’an, khususnya yang lulus melalui jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. “Kegiatan ini akan diupayakan terlaksana setiap semester guna mempersiapkan calon tenaga pendidik yang berbasis Islam.” ujar Adi Saputra.

Disampaikan oleh Abdul Majid Khon, dengan adanya kegiatan ini dapat membantu prodi PAI dalam mengelola dan mengawal kurikulumnya sehingga menghasilkan lulusan menjadi pendidik  yang memiliki pemahaman Islam moderat rahmatan lil alamin, penguasaan keilmuan agama Islam secara mendalam sehingga mampu bersaing melanjutkan studi pada level 7 PPG (Pendidikan Profesi Guru), juga terampil menggunakan media pembelajaran berbasis IT dengan memelihara etika moral yang baik. (Rls)(Hms)