Dalami Keluarga Maslahah, Pasca Sarjana Gelar Webinar

IAIN Bengkulu – Pasca Sarjana IAIN Bengkulu menggelar Webinar dengan tema “Kontruksi Keluarga Mashlahah di Tengah Pandemi Covid-19” Keynote Speaker dalam webinar ini adalah Rektor IAIN Bengkulu Prof.Dr.H. Sirajuddin, M.,M.Ag.,MH, dan sebagai pembicara yaitu Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. H. Khoiruddin Nasution , M.A, pengurus besar LKK PBNU Dr. Nu Rofiah, Bil. Uzm dan Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen. Pemateri merupakan Konseptor keluarga Mashlahah, menurut Dr. Iim Fahimah, Lc,.MA yang merupakan penggagas acara ini mengatakan selama ini masyarakat hanya mengenal keluarga Sakinah, Sejahtera dan belum familiar dengan keluarga Mashlahah, padahal keluarga Mashlahah lebih tinggi setingkat dari keluarga Sakinah, karena keluarga Sakinah hanya menebar kebaikan didalam keluarga saja, sedangkan keluarga Mashlahah baik didalam keluarga dan di masyarakat. Kamis (18/06)

Sekitar 800 lebih peserta yang ikut dalam kegiatan webinar ini, banyaknya peserta dari berbagai kalangan menandakan pemahaman Maslahah sudah menjadi buah bibir dimasyarakat walau masih dalam tahapan konsep. Banyaknya masyarakat ingin mengetahui lebih jauh tentang Mashlahah membuat Pasca sarjanan IAIN Bengkulu mengadakan kegiatan webinar ini. Menurut penggagas acara ini, Dr. Iim Fahimah, Lc.,MA Webinar ini bertujuan untuk menambah pemahaman para akademisi, mahasiswa, tokoh dan masyarakat tentang keluarga mashlahah yang di gagas oleh LKK PBNU, yang selama ini masyarakat hanya mengenal keluarga sakinah, sejahtera, dan belum mengenal keluarga Mashlahah. “ tujuan kegiatan ini untuk menambah pemahaman tentang keluarga mashlahah yang digagas oleh LKK PBNU kepada para Akademisi, mahasiswa, tokoh, dan masyarakat”.terangnya

Maslahah berasal dari akar kata sha-lu-ha yang secara harfiah berarti baik, manfaat, dan penting. Maslahah adalah kepentingan pribadi (perorangan), keluarga, dan masyarakat, karena maslahah adalah terpeliharanya kebutuhan primer manusia, baik agama, jiwa, harta benda, keturunan, serta akal atau kehormatan. Oleh karena itu, maslahah merupakan cita-cita setiap orang atau kelompok, khususnya kaum muslimin

Teori al-Maslahah telah dikemukakan oleh para pemikir hukum Islam, seperti asy-Syatibi dan al-Ghazali. Menurut al-Ghazali, maslahah adalah ungkapan yang pada intinya guna meraih kemanfaatan atau menolak kesulitan. Yang dimaksud adalah memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Sedangkan al-Khawarizmi mendefinisikan maslahah dengan ”memelihara tujuan hukum Islam dengan menolak bencana atau kerusakan yang merugikan makhluk. (iw,hms)

Theme: Overlay by Kaira
PUSKOM IAIN Bengkulu