Rawan Kriminal dan Tempat Mesum, IAIN Tinjau Lokasi Eks STQ

IAIN Bengkulu – Kabag Umum, Kasubag Humas dan Kasubag Umum meninjau langsung Eks lokasi STQ yang berada di tanah IAIN Bengkulu. Banyaknya keluhan masyarakat terkait lokasi Eks STQ yang sering dijadikan tempat mesum oleh para remaja serta rawan kriminalitas di daerah tersebut membuat para petinggi di lingkungan IAIN Bengkulu geram, dikarenakan protes masyarakat tertuju langsung ke IAIN Bengkulu, sebab lokasi tersebut adalah milik IAIN Bengkulu. Menurut Kasubag Humas Sri Ihsan, M.Pd, IAIN Bengkulu akan mengambil tindakan tegas terkait keluhan warga ini, dalam waktu dekat setelah koordinasi dengan pihak terkait dan pimpinan di lingkungan IAIN, langkah cepat akan di ambil oleh IAIN Bengkulu dan kemungkinan jalur lalu lintas ke lokasi tersebut akan di tutup. Sebelumnya IAIN Bengkulu sudah melakukan koordimasi dengan Camat Selebar, Lurah dan RT setempat, dan mereka beserta warga mendukung jika nanti gerbang lokasi Eks STQ ditutup. Senin (29/06)

Saat meninjau lokasi, tumpukan sampah terlihat sepanjang jalan dekat pintu utama Eks STQ, bau tidak sedap mulai tercium saat masuk lokasi tersebut, selain tumpukan sampah, banyaknya remaja yang sedang melakukan balap liar, serta tumpukan bekas komik, lem aibon, serta kondom yang terdapat di dalam gedung Eks STQ tersebut, keadaan seperti ini sangat mengganggu masyarakat sekitar, serta menjadi tempat yang memancing aktivitas kriminalitas dan perzinahan. Saat IAIN Bengkulu menggelar pertemuan bulan maret lalu bersama Camat, Lurah, RT serta warga sekitar sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya apapun kebijakan dari IAN Bengkulu selama demi kemaslahatan bersama. Koordinasi serta mediasi sudah dilakukan sejak lama kepada semua pihak, berbagai pertemuan dan sosialisasi sudah dilakukan oleh IAIN Bengkulu, tinggal menunggu keputusan dari unsur pimpinan langkah apa yang bijak dan tidak merugikan masyarakat.

Menurut Kasubag Humas, Sri Ihsan, M.Pd sermangkin tidak kondusifnya lokasi Eks STQ membuat IAIN Bengkulu harus mengambil langkap cepat, sehingga kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat oleh para remaja yang nakal cepat teratasi, kegiatan tersebut juga dapat memancing kriminalitas tingkat tinggi, ungkap ihsan. (iw,hms)

Theme: Overlay by Kaira
PUSKOM IAIN Bengkulu