IAIN Bengkulu – Seminar “Safety Riding Calon Sarjana Cari Aman” yang diselenggarakan oleh HMPS Tadris Bahasa Indonesia  Prodi Bahasa Indonesia IAIN Bengkulu bekerjasama dengan Polres Bengkulu, Jasa Raharja , Dishub dan Honda. Kegiatan ini digelar di Gedung Auditorium IAIN Bengkulu, Rabu ( 25/09 ).

Kegiatan ini dihadiri oleh Karo Bin Operasional Polres Bengkulu, Kepala Cabang Jasa Raharja, Kabag Transportasi Dishub Provinsi, Kepala Safety Riding  Honda, Kepala Biro AUAK IAIN Bengkulu, Kabag Umum, Kasubag Humas, dan Kaprodi Bahasa Indonesia. Sekitar 300 peserta Hadir dalam kegiatan ini, Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Biro AUAK IAIN Bengkulu.

Dalam penyampaiannya Kepala Biro AUAK IAIN Bengkulu Drs. H. Abd. Amri Siregar, M.Ag saat membuka acara, mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini yang digelar oleh HIMPS Tadris Bahasa Indonesia bekerjasama dengan Polres, Dishub, Jasa Raharja dan Honda, semoga dengan digelarnya kegiatan sosialisasi ini dapat menjadikan mahasiswa IAIN Bengkulu lebih tertib dalam berlalu lintas, sehingga tingkat kematian dan angka kecelakaan menjadi menurun yang selama ini sangat memprihatinkan.

Menurut Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia mengatakan tujuan digelar kegiatan ini untuk menyadarkan mahasiswa tertib berlalu lintas, dan berharap setelah mahasiswa mengikuti kegiatan ini dapat mengetahui tentang aturan-aturan dalam berlalu lintas sehingga keselamatan mereka dalam berlalu lintas dapat terjaga.

Kegiatan diisi dengan penyampaian materi oleh Polres, Dishub dan jasa Raharja serta pihak Honda. Materi memprioritaskan tentang aturan – aturan dalam berlalu lintas, dan apa saja yang dilarang dalam berkendara sehingga keselamatan pengendara baik diri sendiri dan pengendara lain dapat terjaga. Menurut pemateri Karo Bin Operasional saat menyampaikan materi didepan peserta sekitar 300 peserta, mengatakan penyebab tingginya angka kecelakaan disebabkan oleh kesalahan pengendara sendiri, seperti mengendara dengan kecepatan tinggi dijalan raya, menggunakan Handphone saat berkendara, menerobos Lampu rambu-rambu lalu lintas, dan tak mentaati Marka jalan.

Tingkat kecelakaan tertinggi mendominasi kendaraan bermotor, disampaikan pemateri, tingkat kecelakaan sepeda motor ditahun 2019 meningkat 2x lipat yaitu 5.227 Kasus. Inilah menjadi alasan pentingnya sosialisasi keselamatan dalam berkendara. Kegiatan ditutup dengan praktek berkendara yang benar dan pembagian helm SNI secara gratis. (iw/hms)