IAIN Bengkulu – Pusat Studi Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan ( PUSQIK ) IAIN Bengkulu menggelar penjaringan bagi mahasiswa pendaftar Beasiswa Bidikmisi, yang diselenggarakan di Asrama Ma’had Aljami’ah. Peserta tes dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama terdiri dari 3 Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan Fakultas Syariah, yang berjumlah 144 mahasiswa. Untuk kelompok ke 2 yaitu Fakultas Tarbiyah dan Tadris yang berjumlah 178 mahasiswa pendaftar Beasiswa Bidikmisi. Perlu diketahui tak hanya Seleksi Beasiswa Bidikmisi yang harus melalui tes baca Al-qur’an tapi mulai dari  penjaringan mahasiswa baru, Syarat KKN serta  bagi mahasiswa semester 3 dan 5 wajib lancer baca Al-qur’an. Senin (14/10)

Sebagai salah satu kebijakan Rektor Prof. Dr. H. Sirajuddin, M, M.Ag., MH bahwa semua mahasiswa IAIN Bengkulu diwajibkan untuk dapat membaca Al-Qu’an, beliau berharap tak ada lagi mahasiswa IAIN yang tidak bisa membaca Al- Qur’an karena merupakan syarat mutlak untuk kelulusan nantinya. Didasari dari kebijakan tersebut Pusqik selaku unit yang dibentuk sebagai penanggung jawab atas tindak lanjut kebijakan Rektor mengatakan terus bekerja keras demi terwujudnya mahasiswa IAIN bisa membaca Al-Qur’an. Menurut Kepala Pusqik Drs. H. Rizkan, M.Pd mengungkapkan startegi yang sesuai dengan kebijakan Rektor yaitu setiap penjaringan, baik mahasiswa baru maupun beasiswa harus melewati tes membaca Al-qur’an, termasuk pembekalan KKN.”Startegi kita Pusqik sesuai kebijakan Rektor yaitu setiap penjaringan mahasiwa baru, Beasiswa, Pembekalan KKN, harus melalu tes membaca Al-qur’an, dan tak hanya disitu, Wadek l masing-masing Fakultas berdasarkan laporan kaprodi selalu berkoordinasi dengan pusqik berkenaan dengan mahasiswa yang belum lancar atau tidak bisa membaca Al-qur’an, dan dari laporan tersebut pusqik akan melakukan pembinaan khusus terhadap mahasiswa tersebut sehingga target mahasiswa IAIN Bengkulu bisa membaca Al-qur’an semuanya dapat terwujud”.Ungkapnya

Kepala PUSQIK Drs. H. Rizkan, M.Pd juga mengeluhkan kurangnya Staff Pusqik dan sempitnya ruangan, beliaupun berharap Unsur pimpinan memperhatikan hal ini, agar target kita dalam menindaklanjuti kebijakan Rektor dapat cepat terwujud dan tak ada kendala apapun. Beliau juga mengatakan tetap bekerja keras dengan segala keterbatasan.(iw,hms)