IAIN Bengkulu – Prodi PIAUD IAIN Bengkulu terus meningkatkan kualitas pengajarannya, mereka sadar bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pembaharuan metode pengajaran pun terus dilakukan untuk menghadapi perkembangan zaman. Untuk menghadapi Era Industri 4.0 Prodi PIAUD dibawah kepemimpinan Fatrica Safri, M.Pd akan menggunakan Metode pengajaran STEAM yaitu Sains (science), Teknologi (technology), Teknik (engineering), Seni  (art) dan Matematika (mathematic). Metode ini sangat efektif untuk menjawab tantangan Era Industri 4.0. Kamis(28/11)

Perlu diketahui STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir lebih luas tentang masalah di dunia nyata. STEAM juga mendukung pengalaman belajar yang berarti dan pemecahan masalah, dan berpendapat bahwa sains, teknologi, teknik, seni dan matematika saling terkait. Dalam STEAM, sains dan teknologi dapat diartikan melalui seni dan teknik, termasuk juga komponen matematika. Komponen dalam STEAM diantaranya Pemecahan masalah melalui inovasi dan desain, Keterkaitan antara asesmen, rencana belajar dan standar pembelajaran, Kombinasi lebih dari satu subjek dalam STEAM dan kegunaannya dalam seni, Lingkungan pembelajaran yang kolaboratif dan process based learning dan Fokus pada hal – hal yang terjadi di kehidupan

Berikut ini beberapa keuntungan dari menggabungkan seni dalam sains dan teknik seperti dalam STEAM model.

  1. Membantu menghilangkan penghambat ide – ide (karena tidak ada kata salah dalam seni)
  2. Fokus pada proses yang membantu mengarah pada inovasi
  3. Mengajarkan kekuatan dari observasi, orang – orang dan lingkungan dalam pembelajaran
  4. Membantu mengasah kecerdasan visual – spasial dan konsep matematika seperti geometri.

Menurut Dr. Zubaedi, M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris, STEAM merupakan Motode Pembelajaran terbaru, dan berharap dengan penerapan metode ini di Prodi PIAUD dapat mengikuti perkembangan zaman dan lebih bisa berinovasi dalam pengajaran, sehingga calon tenaga pendidik nantinya mampu menghadapi tantangan di Era Industri 4.0.

“inikan metode baru, dan metode pengajaran memang perlu inovasi dan pembaharuan, sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman, tidak monoton”. Terang Dekan.

Ditambahkan fatrica safri selaku Kapordi, sengaja untuk kegiatan seminar dalam rangka EXPO PIAUD kali ini membahas sekaligus mensosialisasikan Pendekatan pembelajaran STEAM, STEAM sudah digunakan oleh Negara-negara Maju seperti Eropa, pendekatan pembelajarn ini memang tidak hanya digunakan untuk pendidikan anak usia dini tapi juga sekolah dasar, sehingga sangat baik untuk penerapan pembelajaran masa kini dan masa yang akan datang. Dan Fatrica sangat optimis metode ini dapat dioptimalisasi di prodi PIAUD.

Gelaran PIAUD EXPO 2019 yang dilaksanakan Oleh Program Studi PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu dan HIMA PIAUD. Kegiatan ini dibuka dengan seminar nasional dengan tema “Steam Bagi Anak Usia Dini di Era Industri 4.0”, pemateri dalam seminar ini adalah ir. Nila Kusumaningtyas, M.Pd yaitu Dosen S1 PG PIAUD Universitas PGRI semarang dan Pelatih Nasional Pendidikan dan Pengolah PAUD. Kegiatan ini digelar di Gedung auditoriun IAIN Bengkulu.

PIAUD EXPO digelar selama 2 hari dari tanggal 28-29 November, kegiatan dibuka dengan seminar nasional kemudian dilanjutkan dengan perlombaan yang diikuti oleh anak usia dini dari PAUD se-provinsi bengkulu serta Guru. Mata lomba yang dikompetisikan diantaranya lomba mengemasa menu sehat, bacaan surat pendek AUD, meronce AUD, bacaan sholat jamaah, tari kreasi,cipta senam anak, karya ilmiah, Microteaching dan mewarnai. (iwa,hms)