Kuala Lumpur – ┬áIAIN Bengkulu kembali memberikan kontribusi positifnya untuk dunia muslim internasional melalui dosen mudanya. M. Arif Rahman Hakim, dosen Fakultas Tarbiyah dan Tadris berkesempatan mewakili Indonesia sebagai youth moslem leaders bersama Ricco Yubaidi (GP Ansor) dan Saparuddin (Pemuda Muhammadiyah) dalam acara Kuala Lumpur Summit 2019 yang di selenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) pada 17 hingga 21 Desember 2019. Kegiatan ini merupakan pertemuan delegasi yang terdiri dari pimpinan negara, ulama, cendikiawan muslim, tokoh pemuda, pengusaha, media serta aktivis muslim seluruh dunia yang berasal dari 54 negara. Kegiatan yang dibuka oleh Sultan Agung dan Perdana Menteri Malaysia ini juga dihadiri oleh Presiden Turki, Presiden Republik Islam Iran, Emir Qatar, Menteri Luar Negeri Indonesia, penasehat khusus presiden Uzbekistan, staf ahli presiden Rusia, dan masih banyak lagi. (26/11)

Dalam pertemuan ini juga dibahas isu2 berbagai bidang seperti teknologi, sosial, ekonomi, politik, kepemudaan dan pendidikan. Hasil dari kegiatan ini juga disepakati dalam bentuk Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani oleh representatif pemuda muslim dunia yang hadir di KL Summit 2019. Dalam hal ini Arif berkesempatan mewakili pemuda muslim indonesia dalam menandatangani surat kerjasama dengan panitia yang diwakili oleh staf ahli Kementerian Belia dan Sukan Malaysia. Tujuan dari penandatanganan ini adalah kesepakatan bersama terkait peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) muda masing- masing negara di bidang- bidang terkait.

Kerjasama ini akan berlangsung selama 10 tahun dan berdasarkan diskusi yang di ikuti arif bersama menteri belia dan sukan malaysia, Syed Saddiq, nantinya ditargetkan program- program yg ada di LOI tersebut dapat mulai dilaksanakan pada awal 2020. Arif pun berharap agar anak2 muda Indonesia dapat memanfaatkan dengan baik kerjasama yang sudah di tandatangani. Dan kemungkinan ia memiliki rencana untuk mensosialisasikan program- program yang sudah disepakati oleh forum KL youth summit 2019 dan akan juga bersinergi dengan beberapa pihak seperti GP Ansor, kemenpora dan staf millenial presiden untuk menindak lanjuti langkah- langkah berikutnya. ( rls )