Kedah – Dalam rangka mempersiapkan proses alih status menjadi UIN Bengkulu yang di prediksi akan berlangsung dalam waktu dekat, tim alih status yang berjumlah 7 orang mengikuti diskusi akademik tentang pengelolaan dan manajemen pendidikan tinggi islam berstandar internasional di Universiti Islam Antar Bangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS) yang terletak di negeri Kedah, Malaysia. Dari pihak IAIN Bengkulu, hadir dalam kegiatan ini yaitu Wakil Rektor 2, Dekan Fakultas Tarbiyah & Tadris, Dekan Fakultas Syariah, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab & Dakwah, Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam, Kepala Lembaga Penjamin Mutu, serta Direktur Pusat Ma’had Al Jamiah. (26/12)

Kegiatan ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut nota kesepahaman antara IAIN Bengkulu dan UniSHAMS yang telah ditandatangani pada November lalu oleh Rektor IAIN Bengkulu dan Wakil Rektor UniSHAMS. Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam ini, di laksanakan di gedung rektorat UniSHAMS dan dihadiri Dr Rohana (Deputy Vice Chancellor 2) dan Dr M. Hadi Musolin Subagio (Director of the research centre and internationalization). Dalam diskusi akademik ini, IAIN Bengkulu banyak mendapatkan input positif dalam rangka persiapan alih status menjadi UIN nantinya, terutama terkait internasionalisasi lembaga serta di bidang pengelolaan riset dan pengembangan kualitas akademik.

Terkait langkah kerjasama selanjutnya dalam waktu dekat adalah pertukaran naskah akademik antara akademisi IAIN Bengkulu dan UniSHAMS yang nanti akan diterbitkan di jurnal masing2 universitas. Kerjasama ini juga di abadikan dalam bentuk memorandum of agreement (MoA) yang ditanda tangani oleh Dr. Aan Supian sebagai kepala Lembaga penjamin mutu IAIN Bengkulu, dan Dr. M. Hadi Musolin Subagio sebagai Direktur manajemen riset UniSHAMS. (rls)