Menu Close

Tunggu Pembahasan Lanjutan , Eks Bangunan STQ Bakal Milik IAIN Bengkulu

IAIN Bengkulu – Perjuangan IAIN Bengkulu untuk mengambil alih aset Bangunan eks STQN terus berproses, dikatakan Rektor proses pengalihan Aset Bangunan Pemprov eks STQN  oleh IAIN Bengkulu sudah dilakukan sejak zaman Gubernur Agusrin Najamudin hingga saat ini Priode Gubernur Rohidin Mersyah. Dan saat ini Kejaksaan Tinggi Bengkulu berperan dalam memediasi antara IAIN Bengkulu dengan Pemrpov Bengkulu terakit Permasalahan Pengalihan Aset Bangunan Pemprov eks STQN, di Ruang Rapat Perdata dan TUN Kejati Bengkulu, Kamis (12/11/2020)

Hadir dalam mediasi tersebut, Rektor IAIN Bengkulu, Asdatun Kejati Setyo Pranoto, Sekda Provinsi Bengkulu, Asisten III, Karo Umum, serta MUI Provinsi Bengkulu.

Dalam kesempatan itu juga ditandatangani kesepakatan bersama antara Pemprov Bengkulu dengan IAIN Bengkulu serta Kejati Bengkulu yang diwakili Asdatun Kejati, perihal pendampingan dari Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk dilakukan mediasi terkait permasalahan aset bangunan Pemprov di atas lahan IAIN eks STQ.

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Sekda Hamka Sabri mewakili Pemrintah Provinsi Bengkulu, Rektor IAIN Bengkulu Prof. Sirajuddin serta Asdatun Kejati Bengkulu.

“Kejaksaan diberikan kepercayaan sebagai mediator tekait permasalahan hibah. Jaksa pengacara negara sebagai mediator untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara negosiasi untuk mencapai kesepakatan kedua belah pihak,” jelas Asdatun Setyo Pranoto.

Dengan kesepakatan mediasi ini, dirinya berharap agar semua pihak dapat sama-sama berdoa agar permasalahan hibah aset ini dapat segera terselesaikan dengan baik.

“Karena pengamanan dibidang aset ini sangat penting dan permasalahan aset ini juga banyak terjadi di seluruh provinsi,” ujarnya.

Ditambahkan Rektor Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjanjikan untuk memperoses alih aset ini setelah menjadi UIN, dan saat ini kami ( iain Bengkulu,Red) lebih dulu memproses agar nanti setelah jadi UIN tinggal menunggu langkah berikutnya. Rektor juga berharap alih aset ini dapat terealisasi secepatnya dan dapat dinikmati oleh institusi dan dipergunakan untuk mahasiswa. Menurut rektor gedung Astaka yang saat ini sudah rusak, akan dibangun Mahad Putra dan akan digunakan mereka untuk menghapal Al-quran.

Lebih lanjut rektor menambahkan keadaan eks gedung STQ saat ini sangat memprihatinkan, dari mulai dijadikan tempat mesum, juga rawan criminal.

Dilain sisi, Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menyambut baik mediasi ini. Menurutnya persoalan hibah aset ini hanya menunggu keluarnya surat persetujuan dari DPRD Provinsi Bengkulu.

Karena, pengalihan hibah aset ini sudah dilakukan dan disetujui sejak zaman Gubernur Agusrin Najamudin hingga bergulir ke zaman Gubernur Rohidin Mersyah, namun hingga kini masih terkendala dari persetujuan Dewan Provinsi saja.

“Karena ada sebuah persyaratan untuk menghibahkan aset itu harus persetujuan Dewan, maka kini kita hanya menunggu jawaban dari dewan provinsi untuk persetujuan hibah aset terebut,” ungkap Hamka.

Dengan adanya kesepakatan mediasi melalui Jaksa Pengacara Negara dari Kejati Bengkulu ini, kata Hamka, mudah-mudahan persoalan yang dihadapi dapat segera diselesaikan. (rls,iw,hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *