Menu Close

PSA UINFAS Bengkulu Ikuti Kegiatan Public Lecture & Rountable Discussion

UIN FAS Bengkulu – Dalam rangka menyikapi isu perlindungan wanita dan anak diwilayah ASEAN, Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Gajah Mada yang merupakan PSA pertama di Indonesia bersama dengan pihak kerajaan Belanda mengadakan kegiatan Public Lecture and Rountable Discussion on ASEAN Women and Children Protection through Civil Society and Academic Participation. Senin (06/09)

Dalam hal ini PSA UGM juga mengundang 20 lembaga PSA yang berasal dari seluruh Indonesia, Unicef (PBB) serta The ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women (ACWC) untuk bergabung dalam kegiatan diskusi akademik ini secara virtual pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2021. Pusat Studi ASEAN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu merupakan salah satu undangan yang diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah ini sekaligus satu- satunya PSA yang berasal dari lingkungan PTKIN yang tergabung dalam dalam aktivitas tersebut.

Sebagai representasi PSA UINFAS Bengkulu dalam kegiatan ini yaitu M. Arif Rahman Hakim, Ph.D (Ketua Pusat Studi ASEAN UINFAS Bengkulu) dan Reko Serasi, M.A (Akademisi PSA UINFAS Bengkulu).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan yang berlangsung selama dua hari membahas terkait isu perlindungan wanita dan anak di lingkungan regional ASEAN terutama proses penanganan dimasa pandemi dan jangka panjang nantinya, sehingga topik diskusi juga berfokus pada policy, human right, dan studi kasus berdasarkan kajian akademik.

Peserta diskusi juga berasal dari para akademisi yang berdomisili di Indonesia, Belanda, Malaysia, Singapore, Vietnam, Thailand dan berbagai negara di kawasan ASEAN. Kepada humas M. Arif Rahman Hakim sebagai perwakilan PSA UINFASBengkulu mengungkapkan bahwa ia merasa terhormat karena PSA UINFAS Bengkulu dapat diudang secara resmi dalam kegiatan public lecture dan rountable discussion tersebut, disamping dikarenakan PSA UINFAS Bengkulu baru saja dibentuk sejak bulan Maret 2021, selain itu juga dari sekitar 50 pusat studi ASEAN se Indonesia, hanya 21 lembaga saja yang dilibatkan pada kegiatan ini dan PSA UINFAS Bengkulu merupakan satu-satunya yang berasal dari lingkungan PTKIN, sehingga pada kesempatan ini Arif juga ikut andil memberikan beberapa pendapat dalam diskusi yang berlangsung melalui perspektif keagamaan sehingga keberadaan PSA UINFAS didalam komunitas akademik tersebut juga termasuk ikut memberikan warna tersendiri pada setiap diskusi.

Arif berharap dengan berpartisipasinya PSA UINFAS pada kegiatan- kegiatan serupa, dapat menambah jejaring dan terus meningkatkan reputasi akademik UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu secara kelembagaan. (rls,hms)

Leave a Reply